JAKARTA, Ikabar.id – Hasil uji DNA terhadap jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, memberikan petunjuk baru dalam pencarian rombongan kapal Arupadhatu I yang hilang di perairan Selat Sunda.
Polda Banten memastikan jasad tersebut identik dengan Surakman atau Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis foto dan tiga awak kapal saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan dan pencocokan DNA oleh tim DVI Pusdokkes Polri.
Penemuan tersebut mendapat perhatian dari Pewarta Foto Indonesia (PFI). Organisasi tersebut meminta Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri kembali membuka operasi pencarian terhadap tujuh orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Temuan di Enggano Jadi Petunjuk Baru
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menyampaikan duka cita kepada keluarga Surakman. Namun, di sisi lain, hasil identifikasi tersebut dinilai dapat menjadi petunjuk penting untuk menentukan kembali wilayah pencarian.
Menurut Dwi, penemuan jasad Surakman menjadi bukti fisik pertama yang berkaitan langsung dengan rombongan Arupadhatu I sejak kapal tersebut hilang kontak.
PFI meminta lokasi penemuan jasad di Pulau Enggano menjadi salah satu dasar untuk melakukan pemetaan ulang wilayah pencarian.
PFI Minta Operasi SAR Dibuka Kembali
PFI mendesak Basarnas dan tim SAR gabungan melakukan penyisiran kembali dengan fokus pada kawasan sekitar lokasi ditemukannya jasad.
Selain itu, PFI meminta jalur perairan yang menghubungkan kawasan Selat Sunda dengan arah Pulau Enggano turut menjadi perhatian dalam operasi pencarian.
Desakan tersebut disampaikan setelah operasi SAR gabungan sebelumnya dihentikan pada 17 September 2026. PFI mengingatkan kembali bahwa pencarian dapat dibuka apabila muncul petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
Lima Jurnalis Masih Dicari
Rombongan Arupadhatu I terdiri dari lima jurnalis foto dan tiga awak kapal. Setelah Surakman berhasil diidentifikasi, masih terdapat tujuh orang yang belum ditemukan.
Kelima jurnalis tersebut adalah Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni sebagai jurnalis lepas, Arie Basuki dari Merdeka.com, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN Antara.
Sementara dua awak kapal lainnya juga masih dalam pencarian.
PFI menyatakan akan terus mendampingi keluarga kelima jurnalis serta mengawal proses pencarian hingga terdapat kepastian mengenai keberadaan seluruh korban.
Keluarga Masih Menunggu Kepastian
Dwi mengatakan harapan keluarga untuk menemukan anggota rombongan yang masih hilang belum berakhir. Karena itu, PFI meminta pencarian kembali dilakukan dengan memanfaatkan informasi terbaru dari hasil identifikasi Surakman.
“Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).
Sebelumnya, jasad tanpa identitas ditemukan pada 12 September 2026 di kawasan pesisir Pulau Enggano. Setelah melalui proses identifikasi, polisi memastikan jasad tersebut merupakan Surakman atau Sukarman, ABK Arupadhatu I.
Dengan adanya kepastian identitas tersebut, PFI berharap informasi mengenai lokasi penemuan dapat menjadi bahan bagi otoritas SAR untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
