PROBOLINGGO, iKabar.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menutup sementara akses menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui Kecamatan Sukapura. Pemerintah mengambil kebijakan itu untuk mendukung pekerjaan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Pemkab Probolinggo memberlakukan penutupan mulai Rabu (29/7/2026) hingga Senin (3/8/2026). Selama masa penutupan, kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Perbaikan Jalan Jadi Alasan Penutupan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Pribadi, mengatakan penutupan berlaku di ruas jalan Kecamatan Sukapura. Jalur yang terdampak meliputi Desa Sukapura, Sapikerep, Ngadisari, Wonotoro, Ngadirejo, Jetak, hingga kawasan menuju TNBTS.
Menurut Anggit, pemerintah menutup akses karena kontraktor mulai mengerjakan proyek perbaikan jalan. Pemerintah ingin memastikan pekerjaan berlangsung aman dan lancar tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas.
“Sudah saatnya kami menutup akses untuk mendukung proses perbaikan jalan. Penutupan berlaku mulai Rabu hingga Senin,” kata Anggit.
Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan penyangga wisata Bromo. Pemerintah berharap kondisi jalan menjadi lebih aman dan nyaman setelah pekerjaan selesai.
Wisatawan Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Selama penutupan berlangsung, Pemkab Probolinggo mengarahkan wisatawan menuju kawasan Bromo melalui jalur alternatif. Pemerintah meminta pengunjung menyesuaikan rencana perjalanan agar tidak terjebak penutupan akses.
Selain itu, BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata mengikuti arahan petugas di lapangan. Langkah itu bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan.
Petugas juga memasang rambu dan papan informasi di sejumlah titik. Dengan cara tersebut, pemerintah berharap pengguna jalan mengetahui perubahan arus lalu lintas sebelum memasuki kawasan Sukapura.
Pemkab Minta Masyarakat Bersabar
Anggit mengakui penutupan jalur sementara dapat memengaruhi aktivitas warga maupun wisatawan. Meski demikian, pemerintah menilai pekerjaan perbaikan jalan harus segera diselesaikan demi meningkatkan kualitas akses menuju kawasan wisata Bromo.
Ia juga mengimbau pengendara tetap mematuhi arahan petugas selama proyek berlangsung. Pemerintah akan membuka kembali jalur tersebut setelah pekerjaan selesai dan kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif yang tersedia dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan selama penutupan berlangsung,” ujar Anggit.
Pemkab Probolinggo berharap perbaikan infrastruktur ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
