GRESIK, Ikabar.id – Hilangnya pagar besi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ternyata diduga bukan satu-satunya persoalan kehilangan aset daerah. Penelusuran Satpol PP Gresik menemukan sejumlah fasilitas lain yang dilaporkan raib, mulai dari tutup selokan, tangki air bekas kendaraan operasional hingga onderdil mobil dinas.
Temuan tersebut juga memunculkan dugaan adanya pihak internal yang mengetahui kondisi dan akses terhadap aset pemerintah. Satpol PP Gresik menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kehilangan tersebut.
Pagar Besi Jadi Awal Penelusuran
Kasus ini bermula dari temuan Satpol PP Kabupaten Gresik mengenai pagar besi pembatas yang diduga dicuri dan kemudian dijual kepada pengepul barang bekas.
Dari penelusuran lebih lanjut, petugas menemukan informasi mengenai sejumlah aset lain yang diduga turut hilang. Barang-barang tersebut antara lain tutup selokan, tangki air bekas kendaraan operasional serta komponen atau onderdil kendaraan dinas.
Temuan ini membuat persoalan pengamanan aset daerah menjadi perhatian lebih serius.
Pengepul Mengaku Pernah Menerima Besi
Penelusuran Satpol PP juga mengarah ke seorang pengepul besi tua di kawasan Tlogo Dowo, Desa Sumber, Kecamatan Kebomas.
Pengepul bernama Masrudin tersebut mengaku beberapa kali menerima dan membeli material besi yang disebut dibawa oleh oknum ASN Pemkab Gresik.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang kini dapat digunakan petugas untuk menelusuri asal-usul material dan pihak yang diduga terlibat. Namun, pengakuan tersebut tetap perlu didalami dan dicocokkan dengan bukti lain.
Tangki Air Diangkut Menggunakan Truk
Salah satu kehilangan yang menjadi sorotan adalah tangki air bekas kendaraan operasional Pemkab Gresik.
Berdasarkan informasi dari lingkungan internal pemerintah daerah, tangki tersebut disebut dibawa keluar pada malam hari pada 2024 menggunakan truk engkel.
Yang menjadi perhatian, kendaraan pengangkut disebut dapat masuk ke area belakang gudang garasi kendaraan dan kemudian keluar melalui gerbang utama Kantor Bupati Gresik.
Proses pemindahan tangki juga disebut membutuhkan waktu cukup lama serta melibatkan beberapa orang.
Satpol PP Pegang Rekaman CCTV
Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, AH Sinaga, membenarkan adanya informasi mengenai hilangnya tangki air tersebut.
Menurutnya, pihak Satpol PP telah memiliki rekaman kamera pengawas yang merekam kejadian tersebut. Rekaman itu menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pihak yang terlibat.
Sinaga menyebut penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Dugaan keterlibatan oknum ASN juga masih didalami, termasuk kemungkinan adanya bantuan pihak internal sehingga aset berukuran besar tersebut dapat keluar dari kawasan kantor.
Sekda Janji Telusuri Kehilangan Aset
Kabag Umum Perlengkapan Setda Gresik M Khoirul mengaku baru mengetahui informasi mengenai hilangnya tangki tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ahmad Washil menyatakan akan melakukan penelusuran terkait hilangnya aset daerah sekaligus dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Pemkab Gresik.
Pemerintah daerah menyatakan proses penelusuran masih berjalan dan hasilnya akan disampaikan setelah ditemukan titik terang.
Pengamanan Aset Jadi Sorotan
Munculnya sejumlah kasus kehilangan membuat sistem pengamanan aset Pemkab Gresik menjadi perhatian.
Selain memastikan seluruh barang milik daerah tercatat, pemerintah juga perlu memastikan akses terhadap gudang, garasi dan lokasi penyimpanan aset diawasi dengan baik.
Apalagi, apabila benar terdapat aset berukuran besar yang dapat dikeluarkan menggunakan kendaraan tanpa terdeteksi sejak awal, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pengawasan.
Sampai saat ini, dugaan keterlibatan oknum ASN masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pihak yang dinyatakan bersalah dalam perkara tersebut, sehingga seluruh proses tetap harus mengedepankan bukti dan asas praduga tak bersalah.
