Share

TULUNGAGUNG, iKabar.id Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Tulungagung mencapai Rp118,4 miliar hingga 31 Juli 2026. Nilai tersebut sudah melampaui 50 persen dari target penerimaan tahun ini.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung menetapkan target penerimaan PKB dan BBNKB sebesar Rp137 miliar pada 2026.

Kepala UPT PPD Bapenda Jawa Timur di Tulungagung, Gemilang Yudha, mengatakan realisasi PKB mencapai 57,59 persen. Nilainya mencapai sekitar Rp88,2 miliar.

Sementara itu, realisasi BBNKB mencapai 59,11 persen atau sekitar Rp30,2 miliar. Jika digabungkan, penerimaan kedua jenis pajak tersebut mencapai Rp118,4 miliar.

Realisasi PKB Capai Rp88,2 Miliar

Gemilang menjelaskan PKB memberikan kontribusi terbesar terhadap penerimaan pajak kendaraan di Tulungagung hingga 31 Juli 2026. Realisasi PKB mencapai 57,59 persen dari target. Nilainya mencapai sekitar Rp88,2 miliar. Angka tersebut menunjukkan penerimaan PKB sudah melewati separuh target tahunan. Bapenda masih memiliki waktu untuk meningkatkan penerimaan hingga akhir 2026.

BBNKB Tembus Rp30,2 Miliar

Selain PKB, penerimaan BBNKB juga menunjukkan capaian lebih dari 50 persen. Realisasi BBNKB hingga 31 Juli 2026 mencapai 59,11 persen atau sekitar Rp30,2 miliar. Jika digabungkan dengan penerimaan PKB, total penerimaan kedua jenis pajak tersebut mencapai Rp118,4 miliar.

“Penerimaan PKB dan BBNKB Tulungagung sudah lebih 50 persen dari target. Jika ditotal PKB dan BBNKB sudah di angka Rp118,4 miliar,” jelas Gemilang.

Target Pajak Kendaraan Capai Rp137 Miliar

Plt Kepala Bapenda Tulungagung, Tranggono, mengatakan pemerintah daerah menargetkan penerimaan PKB dan BBNKB sebesar Rp137 miliar pada 2026. Menurutnya, capaian saat ini cukup baik. Namun, Bapenda tetap mendorong peningkatan penerimaan hingga akhir tahun.

“Kami rasa sudah bagus. Namun harus perlu ditingkatkan,” ujar Tranggono, Selasa (18/8/2026).

Bapenda masih memiliki pekerjaan untuk mengejar sisa target penerimaan. Salah satunya dengan meningkatkan kepatuhan pemilik kendaraan dalam membayar pajak.

Masih Ada Kendaraan Belum Bayar Pajak

Bapenda Tulungagung mencatat masih ada kendaraan yang belum membayar pajak. Petugas menduga sebagian kendaraan tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh pemiliknya. Tranggono mengatakan petugas akan terus mengingatkan pemilik kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak.

“Data kami menunjukkan masih ada kendaraan yang belum membayar pajak. Bagi kendaraan yang belum bayar pajak akan terus diingatkan untuk mencapai target,” terangnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bapenda meningkatkan penerimaan sekaligus kepatuhan masyarakat.

Tulungagung Jadi Daerah dengan Penerimaan Tinggi

Gemilang mengatakan Tulungagung mencatat penerimaan PKB dan BBNKB yang tinggi. Menurutnya, Tulungagung menjadi daerah peringkat pertama dalam penerimaan pajak tersebut setiap tahun.

Capaian hingga akhir Juli 2026 kembali menunjukkan kinerja penerimaan yang cukup kuat. Bapenda tetap mendorong masyarakat agar membayar pajak kendaraan tepat waktu. Langkah itu dapat membantu pemerintah memenuhi target penerimaan pada tahun berjalan.

Bapenda Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

Bapenda akan menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat. Upaya tersebut mencakup pemantauan kendaraan yang masih aktif dan pengingat pembayaran pajak.

Petugas juga akan memperbarui informasi terkait kendaraan yang masih beroperasi. Data tersebut dapat membantu Bapenda menindaklanjuti kendaraan yang belum membayar pajak.

Dengan realisasi Rp118,4 miliar hingga 31 Juli 2026, Bapenda Tulungagung masih mengejar sisa target Rp137 miliar. Pemerintah daerah berharap kepatuhan wajib pajak terus meningkat hingga akhir tahun.

Capaian tersebut menunjukkan penerimaan PKB dan BBNKB Tulungagung telah melewati separuh target 2026. Bapenda kini fokus menjaga tren penerimaan sekaligus meningkatkan kepatuhan pemilik kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top