Sampang, iKabar.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Generasi Emas di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penerima manfaat mengeluhkan kualitas makanan yang diterima. Keluhan mencakup menu yang diduga sudah basi hingga buah dalam kondisi busuk.
Salah seorang penerima manfaat berinisial AS mengaku persoalan tersebut bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pengelola dapur karena makanan yang dibagikan dinilai tidak selalu layak dikonsumsi.
“Menu yang kami dapatkan itu basi dan tidak layak dimakan,” ujar AS, Minggu (2/8/2026).
Selain makanan yang diduga basi, AS juga mengaku beberapa kali menerima buah dalam kondisi rusak. Menurutnya, variasi buah yang diberikan juga cenderung monoton sehingga membuat penerima manfaat, khususnya balita, cepat bosan.
Meski demikian, ia mengakui pihak dapur langsung mengganti buah yang dinilai busuk setelah menerima laporan dari penerima manfaat.
“Baru setelah kami komplain diganti buah jeruk,” katanya.
AS berharap pengelola meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bahan pangan serta menyusun menu yang lebih beragam sesuai kebutuhan gizi balita.
“Kalau tidak ingin ditutup, menunya harus diperbaiki dan disesuaikan dengan porsi balita yang bisa dikonsumsi,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas, Umar Syaid, mengatakan pihaknya langsung melakukan tindak lanjut setelah menerima laporan dari masyarakat.
Menurutnya, buah yang dinilai tidak layak konsumsi telah diganti dengan buah baru agar tidak sampai dikonsumsi penerima manfaat.
“Sudah saya tanggapi kemarin dan sudah dieksekusi di lapangan. Buah yang busuk sudah diganti dengan yang baru,” ujarnya.
Umar menegaskan seluruh masukan dari penerima manfaat akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan program MBG di dapur penyedia makanan.
“Pihak dapur sudah menyelesaikan keluhan itu dengan mengganti buah busuk menggunakan buah yang bagus,” tandasnya.
Program MBG Yayasan Generasi Emas sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan mengenai pemberian susu berperisa yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program.
Pengelola menyatakan evaluasi terhadap kualitas makanan, bahan baku, dan pelayanan akan terus dilakukan agar menu yang disalurkan memenuhi standar keamanan pangan sekaligus kebutuhan gizi para penerima manfaat.
