Share

JOMBANG, iKabar.id – Komunitas gereja di Jombang membuka tiga rumah singgah gratis bagi tamu Muktamar NU ke-35. Program ini menjadi bentuk dukungan lintas iman untuk menyambut tamu dari berbagai daerah.

Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang menjalankan program tersebut bersama sejumlah komunitas gereja. Muktamar NU ke-35 akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

JANUR Gandeng Komunitas Gereja

Koordinator JANUR Jombang, Aan Anshori, mengatakan program rumah singgah tersebut bertujuan membantu tamu yang membutuhkan tempat menginap. Fasilitas itu dapat digunakan selama rangkaian Muktamar NU berlangsung.

“Upaya ini merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas gereja di Jombang untuk memberikan kemudahan bagi siapa saja yang berkehendak baik menyukseskan Muktamar NU ke-35,” kata Aan dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Program tersebut melibatkan GKJW Jombang, GKI Jombang, dan BAMAG Jombang. Ketiga komunitas itu menyediakan tempat dengan kapasitas yang berbeda.

Guest House GKJW Tampung 10 Orang
Rumah singgah pertama berada di Guest House GKJW Jombang, Jalan Adityawarman Nomor 1, kawasan Pasar Pon. Tempat tersebut memiliki kapasitas hingga 10 orang.

Lokasinya hanya sekitar 500 meter dari Stasiun Jombang dan Alun-alun Jombang. Sementara itu, jaraknya menuju lokasi Muktamar sekitar 4–5 kilometer.

Calon tamu dapat berkoordinasi dengan Kung Sholeh melalui nomor 085737350668. Koordinasi diperlukan sebelum tamu menggunakan fasilitas tersebut.

Guest House GKI Sediakan Empat Tempat

Rumah singgah kedua berada di Guest House Pastori GKI Jombang, Jalan Tugu Gang III. Lokasinya berada di belakang RSIA Muslimat Jombang.

Tempat ini dapat menampung hingga empat orang. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokasi Muktamar NU.

Calon tamu dapat menghubungi Pdt. Diah K Nuraini melalui nomor 081335299815. Tamu perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas.
BAMAG Siapkan Kapasitas Terbesar

Rumah singgah ketiga berada di Guest

House BAMAG Jombang, Dusun Weru, Desa Mojongapit. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 20 orang.

Lokasinya berjarak sekitar satu kilometer dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Karena kapasitasnya paling besar, tempat ini dapat menjadi pilihan bagi tamu yang datang dalam jumlah lebih banyak.

Calon tamu dapat menghubungi Pdt. Kristian Muskanan melalui nomor 085102241588 untuk melakukan koordinasi.

Terbuka untuk Tamu dari Berbagai Latar Belakang

Rumah singgah gratis tersebut tidak hanya tersedia bagi peserta resmi Muktamar NU. Aktivis, jurnalis, peneliti, akademisi, dan penggembira dari luar daerah juga dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Penyelenggara juga tidak membatasi calon tamu berdasarkan agama. Siapa pun yang membutuhkan tempat menginap selama mengikuti atau mendukung Muktamar NU dapat mengajukan koordinasi.

Selain itu, ketiga rumah singgah memiliki akses yang cukup mudah menuju berbagai fasilitas umum. Tamu dapat menjangkau pusat pertokoan, kawasan kuliner, tempat ibadah, serta transportasi umum dan daring.

Jika calon tamu mengalami kendala dalam proses koordinasi, mereka dapat menghubungi Aan Anshori melalui nomor 089671597374.

Kolaborasi Lintas Iman Jadi Pesan Toleransi
Aan Anshori menilai kerja sama antara komunitas NU dan gereja mencerminkan semangat toleransi di Jombang.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan di tengah keberagaman.

“Gerakan bersama ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebangsaan yang menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi,” pungkas Aan.

Penyediaan tiga rumah singgah gratis ini menjadi bentuk gotong royong lintas iman menjelang Muktamar NU ke-35. Program tersebut juga membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk ikut menyukseskan kegiatan besar di Jombang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top