PAMEKASAN, iKabar.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menambah sebanyak 2.500 penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun 2026. Penambahan tersebut menyasar buruh tani tembakau yang sebelumnya belum menerima bantuan.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Pamekasan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp1,7 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, membenarkan adanya penambahan anggaran tersebut.
“Iya, betul ada tambahan anggaran. Pagu anggarannya Rp1,7 miliar,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Jumlah Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah
Sebelumnya, Pemkab Pamekasan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk penyaluran BLT DBHCHT kepada sekitar 8.000 penerima. Pada tahap awal, bantuan tersebut hanya diberikan kepada buruh pabrik rokok.
Melalui APBD Perubahan 2026, pemerintah daerah memperluas sasaran penerima dengan memasukkan buruh tani tembakau sebagai penerima manfaat.
“Tambahan itu untuk buruh tani tembakau,” tegas Herman.
Dengan tambahan sekitar 2.500 penerima, jumlah penerima BLT DBHCHT di Kabupaten Pamekasan pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 10.500 orang.
Herman menjelaskan, tambahan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam struktur APBD Perubahan 2026 sebagai dasar pelaksanaan program.
“Tambahan anggaran itu nanti akan dicantumkan dalam struktur APBD Perubahan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap perluasan penerima BLT DBHCHT dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang bekerja di sektor pertembakauan, khususnya buruh tani tembakau.
Aktivis Apresiasi Perluasan Penerima BLT DBHCHT
Sementara itu, Aktivis Mahardika Pamekasan, Rachmad Kurnia Irawan, mengapresiasi kebijakan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman yang memperluas sasaran penerima BLT DBHCHT.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh buruh tani tembakau untuk menambah modal tanam pada musim tanam tahun ini.
“Patut diapresiasi. Meskipun hanya Rp600.000 per orang, musim ini petani sangat membutuhkan BLT itu untuk tambahan modal tanam,” pungkasnya.
