Share

JOMBANG, iKabar.id – Kawasan Makam Gus Dur dan para masyayikh Pesantren Tebuireng, Jombang, dibuka selama 24 jam untuk menyambut tamu Muktamar NU ke-35. Akses tersebut berlaku mulai 26 hingga 31 Agustus 2026.

Kebijakan itu memberi kesempatan bagi muktamirin dan warga Nahdliyin untuk berziarah ke makam para masyayikh Tebuireng. Muktamar NU ke-35 sendiri berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Akses Makam Dibuka 24 Jam

Pesantren Tebuireng membuka akses Kawasan Makam Gus Dur selama 24 jam.

Pengelola memberlakukan kebijakan tersebut selama periode 26–31 Agustus 2026.

Sambut Tamu Muktamar NU

Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, mengatakan kebijakan itu bertujuan menyambut tamu Muktamar NU.

Warga Nahdliyin yang ingin berziarah juga dapat memanfaatkan akses tersebut.

Makam Para Masyayikh Jadi Tujuan
Kawasan makam Tebuireng tidak hanya menjadi tempat ziarah ke makam Gus Dur.

Peziarah juga dapat mengunjungi makam para masyayikh Pesantren Tebuireng.

Berlaku Selama Enam Hari

Akses 24 jam berlangsung selama enam hari.

Pengelola membuka kawasan mulai Rabu, 26 Agustus, hingga Senin, 31 Agustus 2026.

Muktamar Digelar di Tambakberas

Muktamar NU ke-35 berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Agenda tersebut berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dan menjadi salah satu kegiatan besar NU tahun ini.

Penggembira Bisa Berziarah

Kedatangan penggembira Muktamar NU membuat kebutuhan akses ziarah ikut meningkat.

Pesantren Tebuireng membuka waktu kunjungan lebih panjang agar warga dapat berziarah dengan lebih leluasa.

Tebuireng Sambut Warga Nahdliyin

Tebuireng menjadi salah satu lokasi penting bagi warga Nahdliyin yang datang ke Jombang.

Pembukaan makam selama 24 jam menjadi bagian dari penyambutan tamu selama momentum Muktamar NU.

Warga Dapat Datang Malam Hari

Dengan akses 24 jam, peziarah memiliki pilihan waktu yang lebih luas.

Warga dapat menyesuaikan waktu ziarah dengan agenda mereka selama berada di Jombang.

Momentum Muktamar Jadi Penggerak

Muktamar NU ke-35 membuat aktivitas warga Nahdliyin di Jombang meningkat.

Pembukaan Kawasan Makam Gus Dur juga memberi ruang bagi peziarah yang ingin menyempatkan diri datang ke Tebuireng.

Makam Dibuka untuk Peziarah

Kebijakan tersebut menjadi bentuk pelayanan Pesantren Tebuireng selama Muktamar NU.

Para tamu dan warga Nahdliyin dapat menggunakan kesempatan itu untuk berziarah ke makam para masyayikh Tebuireng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top