GRESIK, Ikabar.id – Harapan masyarakat Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, untuk mendapatkan akses energi berbasis jaringan gas bumi (Jargas) semakin dekat. Pembangunan 7.363 Sambungan Rumah (SR) di wilayah tersebut kini telah rampung 100 persen.
Jaringan gas itu tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung. Setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah kini mendorong agar jaringan segera memasuki tahap pengoperasian.
Warga Menanti Gas Segera Mengalir
Bagi masyarakat, kehadiran Jargas diharapkan dapat memberikan pilihan energi yang lebih mudah sekaligus membantu menekan pengeluaran.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan program tersebut sejak awal diusulkan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kebutuhan energi masyarakat Menganti.
Menurutnya, pemanfaatan gas bumi melalui jaringan diharapkan dapat menjadi alternatif penggunaan LPG tabung dengan biaya yang lebih efisien.
Pemkab Gresik juga berharap tarif Jargas nantinya tetap terjangkau dan mekanisme penggunaannya disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat.
UMKM Ikut Jadi Sasaran Manfaat
Jargas di Menganti tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan rumah tangga. Pemerintah daerah melihat infrastruktur tersebut juga berpotensi mendukung aktivitas pelaku usaha.
Sejumlah UMKM di kawasan Menganti membutuhkan pasokan energi untuk kegiatan produksi. Di antaranya usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.
Ketersediaan gas melalui jaringan dinilai dapat membantu pelaku usaha memperoleh pasokan energi secara lebih praktis untuk menunjang kegiatan produksi.
Enam Desa Terhubung Jaringan Gas
Sebanyak 7.363 sambungan rumah yang dibangun dalam program ini tersebar di enam desa.
Desa Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu dan Sidojangkung menjadi wilayah penerima jaringan pada tahap pembangunan kali ini.
Pemkab Gresik menyatakan dukungan terhadap pembangunan telah diberikan sejak proses awal, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana serta sosialisasi bersama pemerintah desa.
Pengoperasian Masih Jadi Tahap Berikutnya
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman saat meninjau kesiapan Jargas di Desa Domas menyampaikan bahwa pembangunan jaringan merupakan salah satu bagian dari program prioritas nasional.
Sejumlah persyaratan menuju pengoperasian disebut telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Namun, masih diperlukan percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas serta penyiapan tarif.
Dengan demikian, meski pembangunan fisik telah rampung, masyarakat masih menunggu jaringan tersebut benar-benar beroperasi dan melayani kebutuhan sehari-hari.
Gresik Masih Punya Ruang Perluasan
Pengembangan Jargas di Menganti juga membuka peluang perluasan jaringan ke wilayah lain.
Sebelum pembangunan 7.363 SR tersebut, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas.
Pemkab Gresik bahkan telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono juga menyebut Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan jaringan gas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan Jargas.
Bagi warga Menganti, selesainya pembangunan menjadi awal dari harapan baru. Mereka berharap Jargas segera beroperasi, tarif tetap terjangkau, serta jaringan mendapat perawatan secara berkelanjutan.
