GRESIK, Ikabar.id – Kabupaten Gresik ditetapkan sebagai salah satu wilayah percontohan proyek InCircular: Promoting a Circular Economy in Indonesia di Jawa Timur. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya agar menghasilkan nilai ekonomi.
Gresik bersama Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo dan Kabupaten Sidoarjo menjadi lima daerah percontohan yang menyatakan komitmen dalam penguatan ekonomi sirkular. Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman melalui GIZ Indonesia dan ASEAN.
Bukan Sekadar Mengurangi Sampah
Ekonomi sirkular tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir. Konsep tersebut juga mendorong agar material dan produk dapat dipertahankan nilainya selama mungkin melalui pemanfaatan kembali, pengolahan dan daur ulang.
Kementerian PPN/Bappenas menyebut proyek InCircular menjadi bagian dari upaya menerjemahkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045 ke dalam kebijakan dan praktik di tingkat daerah.
Bagi Gresik, program ini memberikan ruang untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang menyesuaikan karakteristik daerah sekaligus membuka peluang pemanfaatan material yang masih bernilai.
DLH Gresik Perkuat Sistem Pengelolaan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah turut hadir dalam peluncuran wilayah percontohan InCircular di Jawa Timur.
DLH Gresik didorong memperkuat pengelolaan sampah melalui kolaborasi lintas sektor. Pendekatan tersebut mencakup pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi serta organisasi masyarakat.
Penguatan kapasitas kelembagaan dan sistem pengelolaan menjadi bagian penting karena persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana, tetapi juga bagaimana sampah dipilah dan dikelola sejak dari sumbernya.
Sampah Plastik Jadi Perhatian
Persoalan sampah plastik menjadi salah satu perhatian dalam proyek InCircular. Data SIPSN yang dikutip Kementerian PPN/Bappenas mencatat plastik menyumbang sekitar 19 persen dari komposisi sampah nasional pada 2023.
Sementara itu, data SIPSN 2024 menunjukkan timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 4,34 juta ton per tahun. Besarnya volume tersebut menunjukkan kebutuhan untuk memperkuat sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan rantai pengelolaan material yang lebih terstruktur, terutama untuk sampah yang masih memiliki nilai guna.
Persiapkan Penerapan EPR
Salah satu agenda yang menjadi perhatian proyek InCircular adalah penguatan sistem pengelolaan sampah untuk mendukung penerapan Extended Producer Responsibility (EPR).
Dalam pendekatan tersebut, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memperkuat sistem persampahan di wilayah masing-masing. Dukungan teknis InCircular di lima daerah percontohan akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sistem pengelolaan sampah sekaligus mempersiapkan penerapan EPR.
Dengan demikian, keterlibatan Gresik tidak hanya berkaitan dengan persoalan pengumpulan dan pengangkutan sampah, tetapi juga bagaimana material dapat dikelola dalam rantai yang lebih berkelanjutan.
Proyek Berjalan hingga 2029
Proyek InCircular telah diluncurkan sejak November 2025 dan saat ini memasuki tahap penguatan implementasi di daerah percontohan.
Program tersebut berfokus pada penguatan kerangka regulasi, peningkatan kapasitas, koordinasi antarpemangku kepentingan serta pengembangan sistem pengelolaan sampah. Dukungan teknis proyek dijadwalkan berlangsung hingga 2029.
Bagi Gresik, keterlibatan dalam proyek ini dapat menjadi ruang untuk menguji pendekatan pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi lokal. Hasil pembelajaran dari daerah percontohan nantinya diharapkan dapat memperkuat penerapan ekonomi sirkular secara lebih luas.
Dari Sampah Menjadi Sumber Nilai
Pengembangan ekonomi sirkular menempatkan sampah sebagai bagian dari rantai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, keberhasilannya membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah secara berkelanjutan.
Gresik kini menjadi bagian dari proses tersebut. Melalui InCircular, pengelolaan sampah diarahkan tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang pemanfaatan material dan nilai ekonomi baru di tingkat daerah.
