GRESIK, iKabar.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program bantuan ini juga melibatkan karyawan PTFI dari berbagai wilayah, termasuk Gresik, melalui gerakan donasi #PTFIPeduliNTT.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang. Sebagian bantuan dikirim langsung menggunakan pesawat dengan total berat sekitar 1,5 ton.
Karyawan Freeport Gresik Ikut Galang Donasi
Selain bantuan dari perusahaan, karyawan PTFI di berbagai wilayah turut mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat NTT. Gerakan #PTFIPeduliNTT melibatkan karyawan dari Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, hingga Jakarta.
Perusahaan kemudian menambah nilai donasi yang terkumpul melalui mekanisme matching donation. Langkah tersebut memperbesar bantuan yang disalurkan kepada korban gempa.
Tony Wenas mengatakan aksi kemanusiaan ini mencerminkan semangat gotong royong keluarga besar PT Freeport Indonesia.
“Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” kata Tony.
Bantuan Menjangkau Wilayah Terdampak Gempa
PT Freeport Indonesia menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah yang terdampak gempa di NTT. Wilayah penerima bantuan meliputi Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.
Melalui Human Initiative, PTFI mendistribusikan 700 paket bantuan. Paket tersebut berisi perlengkapan tempat tidur, perlengkapan kebersihan pribadi, serta kebutuhan hunian darurat.
Selain bantuan logistik, PTFI juga mendukung pembangunan lima unit hunian sementara dan empat sekolah darurat. Fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Tim Medis Freeport Layani Hampir 500 Pasien
PTFI bergerak sejak fase awal bencana dengan mengirimkan tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) bersama dokter dan paramedis dari Timika. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.
Tim rescue dan tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi di Pulau Flores. Selama masa penugasan, mereka menangani hampir 500 pasien melalui koordinasi dengan posko tanggap darurat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Freeport Salurkan Bantuan Melalui PMI
Selain bekerja sama dengan Human Initiative, PT Freeport Indonesia juga menyalurkan bantuan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut meliputi 300 paket perlengkapan kebersihan, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit, dan 300 Bedding Kit.
PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa makanan kaleng dan obat-obatan dengan berat sekitar satu ton.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Freeport Indonesia. Menurutnya, proses pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen PT Freeport Indonesia dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. Keterlibatan karyawan Freeport Gresik dalam gerakan #PTFIPeduliNTT juga menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat terbangun melampaui wilayah operasional perusahaan.
