GRESIK,ikabar.id – Ratusan warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, mendatangi Mapolres Gresik, Rabu malam (2/9/2026), untuk menuntut keadilan atas dugaan salah tangkap yang dialami dua pelajar.
Warga datang berbondong-bondong setelah mencuat informasi mengenai dugaan tindakan salah prosedur dalam penangkapan dua pelajar berinisial W dan A.
Mereka meminta kepolisian membuka secara terang peristiwa tersebut dan memproses pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Warga Datang Beramai-ramai ke Polres
Ratusan warga tiba di Mapolres Gresik menggunakan sepeda motor dan sejumlah kendaraan lainnya.
Kedatangan massa membuat kawasan sekitar kantor kepolisian dipenuhi warga yang ingin menyampaikan tuntutan.
Mereka menilai kasus yang menimpa dua pelajar tersebut harus mendapatkan perhatian serius.
Warga tidak ingin persoalan berhenti tanpa adanya penjelasan dan kepastian mengenai proses hukum yang berjalan.
Perwakilan masyarakat kemudian meminta pihak Polres Gresik menerima aspirasi mereka dan memberikan penjelasan terkait penanganan kasus tersebut.
Dugaan Salah Tangkap Jadi Pemicu Aksi
Aksi warga dipicu dugaan salah tangkap terhadap dua pelajar asal Desa Tenggor.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, kedua pelajar tersebut diduga diamankan oleh sejumlah orang yang disebut sebagai anggota kepolisian.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warga karena muncul dugaan adanya tindakan yang tidak sesuai prosedur.
Warga meminta seluruh kronologi diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan apakah benar terjadi kesalahan dalam proses penangkapan.
Mereka juga mendesak adanya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Tuntut Keadilan dan Transparansi
Bagi warga Desa Tenggor, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dua pelajar yang diduga menjadi korban salah tangkap.
Masyarakat juga menuntut adanya kepastian bahwa setiap tindakan penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur.
Warga meminta proses pemeriksaan dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Mereka berharap kepolisian dapat memberikan kejelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya.
Situasi Berangsur Kondusif
Kedatangan ratusan warga sempat membuat suasana di sekitar Mapolres Gresik menjadi ramai.
Namun, situasi berangsur kondusif setelah perwakilan warga diterima untuk menyampaikan aspirasi.
Dialog dilakukan untuk menampung tuntutan masyarakat terkait dugaan salah tangkap dua pelajar tersebut.
Setelah menyampaikan tuntutannya, warga akhirnya meninggalkan lokasi.
Meski demikian, masyarakat Desa Tenggor menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus.
Kasus Jadi Perhatian Masyarakat
Kasus dugaan salah tangkap tersebut kini menjadi perhatian luas, khususnya masyarakat Balongpanggang.
Warga berharap ada penanganan yang objektif dan terbuka sehingga seluruh fakta dapat terungkap.
Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penanganan terhadap dua pelajar tersebut, masyarakat meminta tindakan tegas diberikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bagi warga, kejelasan kasus tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
