Share

SURABAYA, Ikabar.id – Pengurus Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Jawa Timur memanfaatkan Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026 sebagai ruang memperkenalkan domino kepada masyarakat sekaligus menjajaki pengembangan olahraga tersebut di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Galaxy Mall Surabaya pada 17–20 September 2026 itu mempertemukan ekosistem pendidikan dan bisnis. ORADO Jatim hadir melalui booth yang memberikan informasi mengenai regulasi, pertandingan, dan aktivitas organisasi.

Kenalkan Domino Lewat Ruang Interaksi

Kehadiran ORADO Jatim tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan permainan domino, tetapi juga menjelaskan aspek olahraga yang melekat di dalamnya.

Ketua ORADO Jawa Timur Mahenda Abillah Kamil mengatakan, domino memiliki unsur strategi, konsentrasi, kemampuan berpikir, komunikasi, serta sportivitas.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada ORADO Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam Petranesian Business & Education Fair 2026. Ini menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat secara lebih luas,” kata Mahenda.

Melalui booth tersebut, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pengurus ORADO Jatim dan mendapatkan penjelasan mengenai aturan pertandingan yang diterapkan dalam kompetisi.

Bidik Lingkungan Perguruan Tinggi

Sekretaris Pengprov ORADO Jawa Timur Esti Nalurani mengatakan, keterlibatan dalam PBEF juga membuka peluang pengembangan domino melalui dunia pendidikan.

Menurut Esti, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. (H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., menyambut baik kehadiran ORADO Jatim dalam kegiatan tersebut.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ORADO di lingkungan UK Petra. Keberadaan UKM tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan kemampuan di bidang olahraga domino.

“Mohon doanya ya rekan jurnalis agar bisa segera terlaksana,” ungkap Esti.

Diharapkan Lahir Atlet dari Kampus

Bagi ORADO Jatim, lingkungan kampus memiliki potensi untuk menjadi bagian dari proses pembinaan atlet.

Esti menyebut pembentukan UKM ORADO di UK Petra diharapkan dapat mendukung munculnya atlet dari kalangan mahasiswa. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan atlet pada ajang Porprov 2027 dan PON 2028.

“Keikutsertaan ORADO Jawa Timur dalam Petranesian Business & Education Fair 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga domino sekaligus membuka ruang kolaborasi, khususnya dalam pengembangan olahraga domino di Jawa Timur,” kata Esti.

Menurut dia, kolaborasi dengan institusi pendidikan juga dapat memperluas pengenalan olahraga domino kepada generasi muda.

Sportivitas dan Silaturahmi

Mahenda mengatakan pengembangan domino sebagai olahraga tidak hanya berorientasi pada pertandingan. Ada pula nilai kebersamaan dan silaturahmi yang ingin dibangun melalui aktivitas tersebut.

“Melalui olahraga domino, kami ingin membangun silaturahmi sekaligus menciptakan ruang kompetisi yang sehat. Ada nilai kebersamaan, konsentrasi, strategi, dan sportivitas yang ingin terus kami dorong,” ujarnya.

Esti menambahkan, kegiatan seperti PBEF dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan domino kepada generasi muda sekaligus membuka peluang pencarian bibit atlet potensial.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pihak yang melihat domino dari sisi olahraga, prestasi, dan silaturahmi. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat,” ungkapnya.

ORADO Jatim Dorong Ekosistem Olahraga

ORADO Jatim berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan tidak berhenti pada kegiatan PBEF 2026. Pengembangan jejaring dengan kampus, komunitas, dan masyarakat dinilai dapat membantu memperluas ekosistem olahraga domino di Jawa Timur.

“Melalui kolaborasi bersama UK Petra ini, ORADO Jawa Timur ingin membawa pesan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi. Olahraga juga dapat menjadi sarana mempertemukan masyarakat, membangun persaudaraan, dan mencetak prestasi,” ujar Esti.

Ia berharap semakin banyak anak muda mengenal domino dalam konteks olahraga sehingga proses pembinaan atlet dapat berjalan lebih luas.

“Dan tentu, kami berharap dari semakin luasnya pengenalan olahraga domino ini akan muncul bibit-bibit atlet domino berprestasi yang nantinya dapat membawa nama baik Jawa Timur maupun Indonesia,” pungkasnya.

Mahenda juga menyampaikan apresiasi kepada UK Petra yang telah memberikan ruang bagi ORADO Jatim untuk berpartisipasi dalam PBEF 2026. Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas dan pendidikan menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan program organisasi kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top