Share

SURABAYA, ikabar.id – Pengalaman belajar sains tidak harus berlangsung di ruang kelas. Peserta ECHO PEACE 2.0 dapat mengenal ilmu pengetahuan melalui kompetisi, eksperimen, dan eksplorasi laboratorium.

Kegiatan yang digelar SMA Kristen Petra 2 dan SMP Petra 3 Surabaya ini menghadirkan berbagai agenda edukatif. Pesertanya berasal dari jenjang TK hingga SMP.

Salah satu kegiatan yang menarik adalah Open Lab. Melalui agenda ini, peserta berkesempatan mengenal fasilitas laboratorium SMA Kristen Petra 2 dan melihat penerapan ilmu pengetahuan secara langsung.

Kompetisi Sains Asah Kemampuan Berpikir

ECHO PEACE 2.0 menghadirkan kompetisi Science dan E-Sport untuk peserta jenjang SMP. Kedua kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengasah strategi, kreativitas, dan kerja sama tim.

Sementara itu, peserta SD mengikuti lomba Mathematics, Science, dan Spelling Bee. Kompetisi tersebut mendorong kemampuan logika, wawasan sains, serta keterampilan berbahasa Inggris.

Rangkaian perlombaan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Peserta dapat mengembangkan kemampuan melalui tantangan dan interaksi dengan peserta lain.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Kristen Petra 2, Tety Endah Puspita Sari, S.S., M.M., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan potensi anak secara menyeluruh.

“Melalui ECHO PEACE 2.0, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga kreativitas, keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Open Lab dan Pameran Science Tampilkan Proses Inovasi

Selain kompetisi, peserta memperoleh kesempatan mengenal fasilitas laboratorium melalui Open Lab. Kegiatan ini memperluas pengalaman mereka dalam memahami penerapan ilmu pengetahuan.

Pengalaman eksplorasi juga diperlihatkan melalui Pameran Science. Siswa kelas XI SMA Kristen Petra 2 menampilkan hasil eksplorasi dan karya di bidang sains.

Pameran tersebut menunjukkan bagaimana rasa ingin tahu dapat dikembangkan melalui eksperimen. Kemampuan berpikir kritis juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan karya.

Kepala Humas iSTTS, Mas Rara Dwi Yanti Handayani, menilai ruang kreativitas dan inovasi penting bagi generasi muda.

“Kegiatan seperti ECHO PEACE 2.0 menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengenal kreativitas dan inovasi sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga bagaimana mengembangkan ide, menghasilkan karya, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.

Pendidikan Sains Berjalan Bersama Seni dan Karakter

ECHO PEACE 2.0 tidak hanya menghadirkan kegiatan akademik. Acara ini juga memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan seni dan kepercayaan diri.

TK Petra 5 dan SD Petra 2 menampilkan pertunjukan seni. Siswa kelas X SMA Kristen Petra 2 menghadirkan Pagelaran Budaya yang mengangkat tradisi dan keberagaman Indonesia.

Sementara itu, siswa kelas XII menggelar bazaar makanan dan minuman. Dana yang dihimpun akan mendukung kunjungan dan kegiatan berbagi kasih ke panti asuhan.

Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan sains, teknologi, seni, dan kepedulian sosial. Dengan pendekatan ini, peserta memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.

ECHO PEACE 2.0 menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencoba, berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top