GRESIK, Ikabar.id – Kepergian Abdul Ghoni (25), warga Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar. Namun, proses pemakamannya menghadapi kendala karena berat jenazah mencapai sekitar 250 kilogram.
Untuk membantu proses evakuasi, petugas pemadam kebakaran bersama warga dan sejumlah instansi pemerintah turun tangan.
Satu unit crane milik DPUTR Gresik digunakan untuk membantu memindahkan jenazah hingga proses pemakaman dapat diselesaikan. Informasi mengenai Abdul Ghoni dan penggunaan crane dalam proses evakuasi juga diberitakan dalam sejumlah laporan media.
Pemindahan Jenazah Tak Bisa Dilakukan Sendiri
Kondisi jenazah membuat keluarga dan warga mengalami kesulitan ketika hendak melakukan pemindahan. Tenaga manusia dinilai tidak cukup untuk mengangkat dan membawa jenazah dengan aman.
Petugas kemudian ikut membantu rangkaian proses pemakaman. Bantuan diberikan mulai dari persiapan jenazah hingga proses pemindahan menuju lokasi pemakaman.
Situasi tersebut membuat proses pemakaman membutuhkan penanganan khusus dibandingkan biasanya.
Crane DPUTR Dikerahkan
Untuk mengatasi persoalan tersebut, crane milik DPUTR Gresik dikerahkan ke lokasi. Peralatan berat itu digunakan untuk membantu mengangkat dan memindahkan jenazah.
Kehadiran petugas dan peralatan pendukung menjadi bagian penting agar proses evakuasi tidak membahayakan warga maupun petugas yang berada di lokasi.
Proses tersebut dilakukan secara hati-hati hingga jenazah dapat dibawa menuju tempat pemakaman.
Warga Ikut Bergotong Royong
Di tengah suasana kehilangan, warga Desa Bedanten turut membantu keluarga Abdul Ghoni. Sejumlah warga ikut dalam proses persiapan dan pemakaman.
Gotong royong menjadi bagian dari proses penghormatan terakhir kepada almarhum. Petugas dari berbagai unsur juga membantu agar seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar.
Pemakaman Membutuhkan Waktu Berjam-jam
Berat jenazah yang mencapai sekitar 250 kilogram membuat seluruh rangkaian pemakaman membutuhkan waktu lebih lama. Prosesnya disebut berlangsung sekitar lima jam.
Meski menghadapi kendala teknis, proses pemakaman akhirnya dapat diselesaikan dengan bantuan warga, petugas pemadam kebakaran, serta peralatan dari pemerintah daerah.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Abdul Ghoni diketahui meninggal setelah mengalami komplikasi penyakit yang berkaitan dengan kondisi obesitas. Polisi menyebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.
Dengan kondisi tersebut, kematian Abdul Ghoni tidak mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Kepergian pemuda tersebut pun menjadi duka bagi keluarga. Bantuan warga dan petugas menjadi bagian dari proses terakhir mengantarkan Abdul Ghoni ke tempat peristirahatan terakhir.
