Share

PASURUAN, ikabar.id – Kas Dusun Legupit, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dimanfaatkan untuk menyediakan Mobil Siaga bagi masyarakat. Armada tersebut terutama ditujukan membantu warga kurang mampu yang membutuhkan kendaraan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

Mobil Siaga diperkenalkan saat rangkaian Ruwah Dusun Legupit, Sabtu (3/10/2026). Pengadaannya merupakan hasil kesepakatan warga melalui rapat dusun dengan menggunakan kas dusun sepenuhnya.

Kepala Dusun Legupit, Zakky Achmad, mengatakan kendaraan tersebut dihadirkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pengobatan secara rutin.

Cuci Darah hingga Kemoterapi

Mobil Siaga dapat digunakan untuk mengantar warga yang harus menjalani perawatan berkala, termasuk pasien cuci darah dan kemoterapi.

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kebutuhan transportasi untuk menjalani pengobatan secara rutin dapat menjadi persoalan tersendiri. Karena itu, keberadaan kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kendala transportasi warga.

“Mobil siaga ini difokuskan untuk membantu warga sakit, khususnya masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan rutin,” ujar Zakky.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan kendaraan tersebut mengutamakan kebutuhan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Tak Hanya untuk Kesehatan

Selain mengantar pasien, Mobil Siaga juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan di lingkungan Dusun Legupit.

Kegiatan takmir masjid atau musala hingga kebutuhan operasional lembaga pendidikan dapat memanfaatkan kendaraan tersebut sesuai kebutuhan.

Namun, Zakky menegaskan Mobil Siaga bukan disiapkan sebagai kendaraan pengangkut jenazah.

“Penggunaannya kami prioritaskan untuk pasien dan kegiatan sosial warga. Mobil ini bukan diperuntukkan sebagai mobil jenazah,” tegasnya.

Ada Rencana Pengembangan Sarana Pendidikan

Pengadaan Mobil Siaga bukan satu-satunya rencana pemanfaatan kas dusun. Pemerintah dusun bersama masyarakat juga menyiapkan rencana pengembangan sarana pendidikan.

Salah satu rencana tersebut berupa pembebasan lahan yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung keberadaan fasilitas pendidikan, khususnya TK dan PAUD.

Zakky berharap pengelolaan kas dusun dapat dilakukan secara transparan sehingga manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Kami masih punya beberapa rencana untuk pengembangan dusun. Salah satunya menyiapkan lahan untuk sarana pendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top