GRESIK, ikabar.id – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Madrasah Diniyah (Madin) Ahlus Sakinah mengajak 16 santri berwisata religi ke makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Kabupaten Gresik, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan sejarah dakwah Islam sekaligus menanamkan adab dan keteladanan ulama kepada generasi muda.
Rombongan dipimpin Kepala Madin Ahlus Sakinah, Ustadz Rohim, bersama para ustadzah. Ketua Yayasan Ahlus Sakinah, Nurlaili Utami, beserta jajaran pengurus yayasan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wisata religi ini dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas. Para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui materi di madrasah, tetapi juga diajak mengenal tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan para tokoh penyebar Islam di Gresik.
Meneladani Perjuangan Wali dan Menghormati Guru
Kepala Madin Ahlus Sakinah, Ustadz Rohim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter melalui pengenalan tradisi keagamaan dan keteladanan para ulama.
“Penyelenggaraan tradisi ini bertujuan agar para santri mampu meneladani jejak perjuangan para auliya serta masyayikh, sekaligus menumbuhkan sikap khidmat yang mendalam kepada para guru,” ujarnya.
Dana BOS Rp2,47 Miliar dan SPP Rp250 Ribu, Wali Murid SMAN 1 Manyar Minta Kejelasan Sabtu, 12 Sep 2026 09:13 WIB
Melalui kegiatan ini, santri diharapkan memahami bahwa menuntut ilmu tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan adab, penghormatan kepada guru, serta kesungguhan dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan.
Santri Rasakan Pengalaman Belajar Berbeda
Salah satu santri, Mecca, mengaku senang dapat mengikuti wisata religi tersebut. Kegiatan ini memberinya pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah Islam di daerahnya.
Pembelajaran secara langsung di lokasi bersejarah diharapkan membantu santri memperluas wawasan dan memahami tradisi ziarah yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan bersama tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antara santri, para ustaz dan ustazah, serta keluarga besar yayasan
Menebar Ilmu, menanam Adat
Peringatan Hari Santri Nasional melalui wisata religi ini menjadi salah satu upaya Madin Ahlus Sakinah menghubungkan pendidikan agama dengan sejarah dan kearifan lokal.
Sebanyak 16 santri yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan semakin mengenal perjuangan para wali, menghormati guru, serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kegiatan ini dirangkum dalam pesan “Santri Hebat, Indonesia Kuat! Mengaji dengan Hati, Berjuang dengan Akhlak, Mengabdi karena Ilahi.”
Madin Ahlus Sakinah juga mengusung nilai “Menebar Ilmu, Menanam Adab, Meraih Ridho Allah SWT” sebagai pengingat pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan pengabdian.



