PROBOLINGGO, ikabar.id – Pegawe Negeri Sablon (PNS) mendorong pemanfaatan teknologi printing dan sublimasi untuk menghadirkan motif batik dalam lebih banyak produk tekstil. Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.
PNS melihat teknologi sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan batik agar tidak hanya digunakan pada busana formal, tetapi juga dapat hadir dalam pakaian, jersey, seragam, dan produk custom sesuai kebutuhan masyarakat.
Motif Batik Bisa Dikembangkan Lebih Luas
Teknologi printing dan sublimasi memungkinkan motif batik diterapkan pada berbagai jenis kebutuhan tekstil. Pengembangan desain juga dapat menyesuaikan tren fesyen dan permintaan konsumen.
Bagi PNS, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan batik melalui produk yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Industri Batik dan Teknologi
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Pada 2026, rangkaian kegiatan peringatan juga digelar di Surabaya pada 30 September hingga 4 Oktober.
Kegiatan tersebut melibatkan pelaku industri dan menghadirkan berbagai agenda yang berkaitan dengan batik serta industri kreatif.
Perkembangan industri dan teknologi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha konveksi untuk mengembangkan produk tekstil dengan variasi desain yang lebih luas.
Dari Sablon hingga Produksi Konveksi
Pegawe Negeri Sablon tidak hanya menyediakan produk batik custom. Layanan yang dikembangkan mencakup kaos polos dan sablon, jersey, kemeja custom, gamis, serta seragam sekolah maupun komunitas.
PNS juga menyediakan layanan sublimasi dengan dukungan mesin printing dan produksi konveksi.
Selain melayani kebutuhan konsumen, layanan produksi tersebut dapat digunakan seller, komunitas, dan pelaku usaha yang membutuhkan kerja sama maklon.
“PNS Bisa Apa Saja”
Melalui slogan “PNS Bisa Apa Saja”, Pegawe Negeri Sablon memperkenalkan cakupan layanan produksi pakaian dan tekstil yang dimilikinya.
Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas dan teknologi. Dengan perpaduan desain, printing, sublimasi, dan konveksi, motif batik dapat dikembangkan dalam bentuk produk yang lebih beragam.
