SIDOARJO,iKabar.id – Jumlah pelajar yang terdampak dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus bertambah hingga mencapai 551 orang. Meski sebagian korban telah membaik, sebanyak 88 pelajar masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Ratusan pelajar tersebut mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare.
Peristiwa ini menjadi salah satu kasus dugaan keracunan dengan jumlah korban besar yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di Sidoarjo.
Sebagian Korban Mulai Pulih
Dari total 551 pelajar yang terdampak, sebagian telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Namun, puluhan pelajar lainnya masih membutuhkan perawatan dan pengawasan medis.
Sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Petugas medis terus memantau perkembangan kondisi para pasien, terutama untuk memastikan kebutuhan cairan dan penanganan terhadap gejala yang dialami dapat terpenuhi.
Gejala Muncul Setelah Konsumsi MBG
Kasus tersebut bermula setelah sejumlah pelajar mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG.
Keluhan yang dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, pusing dan diare.
Jumlah korban kemudian terus bertambah setelah pendataan dilakukan terhadap penerima makanan dari sejumlah lembaga pendidikan.
Petugas kesehatan masih melakukan verifikasi untuk memastikan seluruh pelajar yang mengalami gejala terkait kejadian tersebut telah tercatat dan mendapatkan penanganan.
Sampel Makanan Masih Diperiksa
Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, petugas telah mengamankan sampel makanan dan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan menu MBG.
Sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan maupun distribusi makanan sebelum dikonsumsi para pelajar.
Hasil uji laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan pelajar tersebut.
Investigasi Penyelenggaraan MBG Berlangsung
Selain melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, instansi terkait juga menelusuri proses penyelenggaraan program MBG.
Pemeriksaan mencakup rantai penyediaan bahan makanan, proses pengolahan di dapur, pengemasan hingga distribusi kepada para penerima.
Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan terus melakukan koordinasi dalam penanganan kasus tersebut.
Rumah sakit, puskesmas dan sekolah juga dilibatkan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Jadi Evaluasi Keamanan Pangan
Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi perhatian terhadap penerapan standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan terhadap kualitas bahan baku, kebersihan fasilitas pengolahan, proses memasak hingga distribusi makanan menjadi bagian penting yang perlu dievaluasi.
Dengan jumlah korban yang mencapai 551 pelajar, hasil investigasi diharapkan dapat memberikan jawaban mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar untuk mencegah peristiwa serupa terulang.
Sementara itu, penanganan terhadap 88 pelajar yang masih menjalani perawatan tetap menjadi perhatian utama hingga kondisi kesehatan mereka dinyatakan pulih.
