SURABAYA, Ikabar.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak terus memperkuat efisiensi pelayanan kapal melalui penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service). Upaya tersebut dievaluasi bersama dalam kegiatan yang digelar Kamis (1/10/2026), dengan membahas capaian layanan sekaligus rencana pengembangan sistem terintegrasi.
Evaluasi melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa percepatan pelayanan kapal membutuhkan sinergi seluruh pihak di lingkungan pelabuhan. Penerapan Zona EAZI, menurutnya, mulai memberikan dampak positif terhadap penurunan port stay dan telah dirasakan pengguna jasa.
“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif,” ujar David.
TPK Nilam Layani 176 Kapal dengan Rata-rata STS 2 Jam 53 Menit
Hasil penerapan Zona EAZI di Terminal Petikemas (TPK) Nilam selama 23 April hingga 31 Agustus 2026 mencatat pelayanan terhadap 176 kapal. Rata-rata waktu ship-to-ship berth changeover (STS) mencapai 2 jam 53 menit.
Penerapan tersebut turut mendukung peningkatan rata-rata jumlah kapal yang masuk dermaga, dari 14 menjadi 17 kapal atau naik sekitar 21,4 persen.
Adapun uji coba Zona EAZI di TPK Berlian pada 4–31 Agustus 2026 mencatat 16 kapal dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit.
Capaian di kedua terminal tersebut menjadi bahan pengembangan layanan menuju standar waktu STS dua jam. STS dalam evaluasi ini merupakan waktu pergantian kapal pada tambatan yang sama, dihitung sejak last line kapal sebelumnya hingga first line kapal berikutnya.
Pelindo Tekankan Pentingnya Evaluasi Berkelanjutan
Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Santoso, menyebut kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kebutuhan penting untuk menghadirkan pelayanan yang optimal bagi pengguna jasa.
Ia menilai evaluasi secara berkelanjutan diperlukan agar berbagai peningkatan yang diterapkan benar-benar berdampak pada kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
“Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL,” jelas Santoso.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun. Ia menilai penerapan EAZI telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan layanan kapal dan mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga koordinasi.
“Terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang telah menyelenggarakan kegiatan evaluasi ini. Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa,” ujar Agustinus.
BESTI Disiapkan Terhubung dengan PHINISI dan Inaportnet
Selain penerapan Zona EAZI, TTL memperkuat integrasi perencanaan tambat melalui pemantauan rencana dan realisasi secara real time serta pengembangan Berthing Management.
Perusahaan juga mengembangkan BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration), aplikasi untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan tambatan kapal secara terintegrasi.
Ke depan, BESTI direncanakan terhubung dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi tersebut diharapkan memperlancar pertukaran informasi, perencanaan, hingga pemantauan realisasi pelayanan kapal.
Pengembangan sistem digital ini diarahkan untuk meningkatkan kepastian layanan, mengoptimalkan pemanfaatan tambatan, serta mendukung efisiensi operasional kapal di Terminal Teluk Lamong.
Melalui evaluasi bersama dan penguatan integrasi digital, TTL bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya membangun pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak yang semakin cepat, efisien, dan terpadu.
